Radio Sushi 99.1 FM

76 GURU DI PAYAKUMBUH POSITIF COVID-19 Tracing Efektif Cegah Klaster Baru di Sekolah

65

Padang, Singgalang
Pemerintah Kota Payakumbuh melakukan tracing bagi guru-guru yang ada di kota itu menghadapi proses belajar mengajar (PBM) tatap muka. Hasilnya 76 orang guru dinyatakan reaktif rapid test.

Untuk itu diperlukan kebersamaan, antara seluruh elemen masyarakat dalam memberantas penyebaran virus corona. Tidak hanya disektor pendidikan, namun juga semua sektor. Masyarakat adalah ujung tombak dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Demikian terungkap dari Talkshow di Radio Sushi 99,1 FM yang dipandu pembawa acara Andiko Sigit, Sabtu (23/1). Narasumber dalam kesempatan itu Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Azwardi dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr Bakhrizal dengan tema ‘Tracing Tenaga Pendidikan di Kota Payakumbuh’.

Sekretaris Disdik Kota Payakumbuh, Azwardi menjelaskan, menghadapi PBM tatap muka, Kota Payakumbuh sudah mengikuti sejumlah prosedur berlapis. Kebijakan itu sejalan dari nasional sampai tingkat provinsi dan kota. Semua itu, tetap mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang menjadi dasar dilaksanakannya PBM tatap muka di Kota Payakumbuh.

“Dasarnya SKB 4 Menteri tentang penyelenggaran proses tatap muka PBM 2020/2021. Selanjutnya, di Kota Payakumbuh kita rapatkan dengan Forkompimda, Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh menggelar rapat menyikapi Edaran Gubernur terkait PBM. Pada proses PBM ini ada tahapannya, berdasarkan SKB 4 Menteri,” katanya.

Implementasinya kata Azwardi, pelaksanaan PBM tatap muka tetap mengacu pada indikatornya, izin kepala daerah, ada izin dari orang tua. Permintaan belajar tatap muka meminta pada Disdik melaui satuan pendidikan. “Jika ada yang tidak mau, kita tidak minta tetap PBM tatap muka,”ulasnya.

Setelah diputuskan untuk dilaksanakan, maka PBM harus melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes) yang sangat maksimal sekali.

Setelah itu seluruh guru, dilakukan rapid test, termasuk tenaga pendidik dari TK. Bagi tenaga pendidik yang reaktif, maka karantina mandiri. Ditindaklanjuti dengan swab test. Bagi guru yang non reaktif, maka sekolah tetap belajar dengan protokol Covid-19, dengan disiplin 3M.

Kalau guru yang reaktif, maka guru mengajar dari rumah. Murid tetap sekolah. Guru yang terkonfirmasi, maka akan diserahkan pada Dinkes. Karena soal tracking, maka sudah ada SOP dari Dinkes. “Tim Satgas sudah berlapis dari atas melakukan pencegahan bagi penyebaran Covid-19. Tim Satgas langsung mendatangi sekolah. Bagaimana sekolah melakukan sosialisasi, Satgas di Dinas Pendidikan. Kepala Dinas sampai Staf menjadi pengawasan, dengan melakukan sidak,”katanya.

Kemudian, tingkat sekolah, program sekolah tangguh. Satgas sekolah tangguh. Diketuai oleh Kepala Sekolah dan guru. Termasuk unit kegiatan di Sekolah, tim Satgas ini melakukan menyampaikan penyadaran bahaya Covid-19.

“Untuk itu kami akan tetap konsisten untuk mengikuti apa hasil rapat dari gugus tugas Kota Payakumbuh. Bagi sekolah yang bertatap muka, konsisten bersama Satgas melakukan sidak, sehingga menjadi kebiasaan di sekolah,” katanya.

Dibentuk tim ke sekolah, tanpa diberitahukan. Ternyata ada sekolah yang sudah siap dengan protokol kesehatan yang lengkap.
“Tolong bantu sesama kita membiasakan hidup sehat di sekolah. Pembiasaan sudah terlihat indikator pencegahan dari Covid-19. Tiga M saja sudah 95 persen mencegah Covid-19,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Bahkrizal mengatakan untuk memastikan PBM aman dari Covid, maka langkah yang tepat adalah tracing. Jika tidak di-tracing, maka yang mereka positif berpotensi menyebarkan pada yang lain.

Dikatakannya, dari hasil tracing tersebut diketahui sebanyak 76 guru yang sudah positif. Setelah di rapid test, semua guru. Banyak yang reaktif. Sebanyak 3.306, jumlah guru. Rapid 3.252 hasilnya 415 reaktif, dari reaktif 410 di swab, dari yang di swab itu yang positif 76 orang.

Dari 76 itu semuanya isolasi mandiri. Karena banyak kepentingan di rumah. Walau sudah disiapkan tempat isolasi, tapi mereka meminta di rumah. Sementara kasus secara keseluruhan di Kota Payakumbuh, secara umum, 716 orang sudah terinfeksi virus corona.

Untuk itu, Kota Payakumbuh tetap mengkampanyekan bahaya penyebaran Covid-19. Melalui perangkat daerah, unsur pemerintah dan media-media. “Semua stakholder yang ada di kota diperintahkan untuk siaga. Sosialisasikan bahaya penyebaran Covid-19. Melebihi pula baliho kampanye kepala daerah,” katanya.

Dengan itu, katanya partisipasi masyarakat, taat dengan protokol kesehatan cukup tinggi. Sosialisasi sudah bagus, menjalankan protokol kesehatan. “Kita berharap kesadaran masyarakat tentang bahaya Covid-19 terus bertambah. Jangan anggap lagi Covid-19 ini tidak ada. Sudah banyak yang korban, banyak yang meninggal,”katanya.

Tidak hanya pemerintah. Kesadaran bahaya Covid-19 harus dibangun dari masyarakat. “Mari kita semua semangat, semoga ramadhan besok tidak ada lagi Covid-19 yang menjadi momok. Masyarakat menjadi garda terdepan, dengan menerapkan 3 M sudah cukup memberantas Covid-19,” katanya. (104)

Leave A Reply

Your email address will not be published.