Radio Sushi 99.1 FM

EDITIAWARMAN TALKSHOW RADIO SUSHI 99.1 FM Deteksi Dini Kekerasan Terhadap Anak

53

Padang – Keluarga adalah rumah kita. Keluarga adalah kehidupan kita yang paling penting. Bagaimanapun tekanan kehidupan, jangan sampai anak luput dari kasih sayang kita.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Kota Padang, Editiawarman, S.Pd dalam talkshow Pemerintah Kota Padang bersama Radio Sushi 99.1 FM yang disiarkan secara langsung dari studio di Lantai II Kantor Harian Singgalang, Jalan Veteran Nomor 17 Padang, Selasa (21/9).
Tak hanya itu, ia mengajak mari secara bersama menjaga rumah masyarakat, memperhatikan masalah, anak yatim dan orang sakit, intensifkan aspek pengawasan yang berawal dari kepedulian dan pengetahuan. Itu semua demi mewujudkan kenyamanan dan rasa aman ditengah-tengah masyarakat dari kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak.
Diakuinya, sejak beberapa bulan terakhir di sejumlah daerah terjadi kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak.
Menurutnya, kekerasan biasa terjadi di rumah, sekolah dan lingkungan sosial anak. Di tempat tersebut anak-anak seharusnya mendapatkan perlindungan dan kasih sayang. Faktanya ini terjadi. Walaupun tidak semua terpublikasi. Artinya, itu fenomena yang butuh perhatian serius dari semua pihak. Kolaborasi antara keluarga dan pemerintah mencegah dari tindakan yang tidak seharusnya terjadi kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak. Modus yang mereka gunakan dengan mengiming-iming korban dengan bermacam kesenangan.
Ada dengan cara membelikan koin untuk bisa bermain game (permainan), ada juga dalam bentuk pemberian uang. Dengan modus seperti itu anak-anak jadi korban yang traumatik. Masa depan mereka telah dihancurkan pelaku bejat bahkan ironis dilakukan orang terdekat yang mestinya melindungi mereka.
“Ada beberapa alasan korban tidak melaporkan tindakan tersebut karena malu, takut ataupun tidak tahu melapor kemana,” ucapnya.
Disinilah, pemerintah mengambil peran dengan mensosialisasi lebih banyak lagi.
“Saat ini Kota Padang melakukan sosialisasi ke lingkungan sekolah, masyarakat, kampung KB dengan melibatkan organisasi. Harapannya, masyarakat bisa paham, kekerasan terhadap anak terjadi dan harus dilaporkan,” jelas Editiawarman kepada andiko Fani.
Dan seandainya, ada kasus bergerak kelapangan untuk langkah-langkah seharusnya. Langkah antisipasinya, melakukan pencegahan agar tidak terjadi. Misalnya, peran aktif guru memantau para siswa. Menugaskan kader KB untuk memantau situasi lingkungan. Kalau ada mendengar dan melihat tindakan kekerasan, langsung laporkan ke dinas terkait. Dan dinas langsung turun ke lapangan. Kemudian dalam waktu dekat, mengkolaborasikan media, organisasi agama, memberikan dukungan lebih masiv mencegah tindakan kekerasan.
Mereka menyampaikan materi, advokasi penjelasan kepada publik ada ancaman terhadap anak-anak. Agar masyarakat lebih waspada dan tindakan kekerasan terhadap anak tidak terjadi.
“Di masa pandemi Covid-19, tekanan keluarga juga mempengaruhi anak-anak dan pemahaman terhadap pola asuh. Itu bisa pemicu terjadinya kekerasan terhadap anak,” jelas Editiawarman seraya menjelaskan tahun kemarin ada 22 kasus kekerasan terhadap anak. Menurutnya, kasus yang muncul itu rata-rata sudah viral. “Kami berkeyakinan dan menduga selama pandemi Covid-19 cukup banyak. Untuk itu, kami melakukan upaya deteksi dini mendorong kader KK memperhatikan yang terjadi di lingkungan sekitarnya,” ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk kerjasama dengan pemerintah menekan kasus kekerasan terhadap anak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.