Radio Sushi 99.1 FM
redporn twinks recorded their private sex.
dailypornhd.pro
fsiblog

Keamanan dan Keselamatan Destinasi Pariwisata 

30

Padang – Kegiatan berskala nasional MTQ VI KORPRI Tingkat Nasional digelar di Kota Padang. Tepatnya Senin (7/11) para peserta datang dari 34 Propinsi plus 46 Kementerian dan Lembaga terkait di seluruh Indonesia. Diperkirakan ada sekitar 2.000 lebih yang datang ke Kota Padang.

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang terkenal dengan kekayaan adat dan budaya, alam yang indah serta kuliner yang enak, enak sekali, maka diperkirakan jumlah kunjungan akan membludak. Tentu perlu pengelola wisata atau masyarakat secara keseluruhan memberikan kesan yang baik kepada mereka.

Itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Eri Sendjaya kepada andiko Ichwan dalam talkshow Pemerintah Kota Padang di Radio Sushi 99.1 FM, Senin (7/11).

“Kita siap menampung kunjungan wisatawan. Sebab kita sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan besar secara nasional. Bisa dibilang kita siap 95 persen, lima persen lainnya tentang pemeliharaan jaminan keamanan,” ucap Eri Sendjaya seraya menyebutkan ada beberapa kejadian dan keluhan masyarakat di media sosial. Namun, dikatakannya, keaslian informasi tersebut sangat sulit menelusuri. Ia berharap kepada wisatawan bisa melaporkan apabila ada mengalami kejadian yang tidak menyenangkan seperti pemalakan. Apabila mengalaminya, di sekitar pantai Padang, ada hotline bisa dihubungi dan sudah ada posko disekitar objek wisata tersebut. Dan Kapolres Padang Barat mengaransi 1×24 jam menangkap pelakunya, dengan catatan ada laporan dari masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskannya, Kota Padang memiliki 92 objek wisata. Mulai dari wisata kuliner, religi, alam, budaya dan sejarah hingga air terjun. “Kita juga sudah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang terdiri dari kaum milenial di sejumlah objek wisata. Kita pun sudah memberikan mereka pembekalan managerial pengelolaan wisata. Mulai dari memanage, mengelola, memasarkan sapta pesona, keterlibatan warga sekitar seperti kebersihan. Yang paling penting adalah senyum, sapa dan tegur. Tujuannya agar memberikan kenyamanan kepada para wisatawan berkunjung ke Kota Padang,” tegas Eri Sendjaya seraya menyebutkan jika sebelumnya wisatawan sedikit menginap di Kota Padang. Pasca dilaksanakan Apeksi bertambah banyak menginap di Kota Bingkuang. Artinya ini merupakan kabar bagus dan positif. Sebab, selama ini biasanya wisatawan bermalam di Bukittinggi, kini mereka bermalam di Kota Padang.

Lebih lanjut dikatakannya, Eri Sendjaya kalau dalam waktu dekat, Kota Padang dapat kunjungan dari Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran. Mereka akan melihat pengelolaan wisata religi.

“Kita siap menerima kedatangan mereka. Sebab kita Kota Padang identik dengan masyarakat minangkabau dengan ‘adat basandik syara’, syara basandi kitabullah. Kita memiliki wisata tempat ibadah seperti Masjid Al Hakim dan Masjid Raya Padang hingga kita ada masjid tertua,” jelas Eri Sendjaya seraya menyebutkan kalau setiap Jumat, Sabtu dan Minggu banyak sekali kegiatan ibadah di masjid tersebut. Apalagi disana ada mesin ATM berupa beras. Nah, disana mereka akan banyak belajar banyak tentang wisata religi.

Dan kini saatnya, kata Eri Sendjaya memilah-milah objek wisata. Contohnya saja, saat ini Pemerintah Kota Padang lagi fokus pengembangan objek wisata ke arah timur.

“Di setiap kecamatan kita ada inovasi pengembangan wisata. Saat ini, kita inovasi pengembang wisata ke arah timur. Seperti agrowisata di Lubuk Minturun, kampung adat di Gunung Sarik Kelurahan Kuranji, Goa Kelelawar di Lubuk Kilangan. Menariknya Kampung adat di Kecamatan Kuranji. Ada di kampung tersebut dilakukan pembinaan pendataan masyarakat minangkabau era tahun 70 hingga 80 an. Disana tidak mengenal kompor dan kendaraan. Suatu saat pasti bisa menjadi identitas kelokalan masyarakat minangkabau. Bagaimana melihat kebiasaan minangkabau bisa di Kota Padang,” jelas Eri Sendjaya seraya menyebutkan kalau ada paradigma tersendiri menikmati kota Padang. Seperti ada Pantai Air Manis dengan Batu Malin Kundangnya, Gunung Padang dengan cerita Siti Nurbaya. Disana mereka melihat seluruh Kota Padang.

Tak hanya itu, Walikota Padang sedang gencar-gencarnya back to nature. Membumikan kembali makanan tradisional yang rebusan-rebusan seperti jagung rebus, pisang rebus ataupun kacang rebus. Makanan ringan tersebut dikemaskan dengan anyaman bambu, tujuannya membangkitkan pengembangan usaha UMKM.

Di akhir sesi wawancara ia mengimbau masyarakat untuk menyambut kunjungan wisatawan dengan senyum, sapa dan tegur. Tujuannya agar mereka nyaman berada di Kota Padang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

https://vlxxviet.net milf porn black porn