Radio Sushi 99.1 FM

Klaster Sekolah Lagi di Padangpanjang

60

Padang – Klaster sekolah lagi di Padangpanjang. Setelah sebelumnya, ada klaster SMAN 1 Sumatera Barat, dan Pesantren Dinniyah Puteri. Kali ini terjadi, di SMAN 1 Padangpanjang. Kisah itu berawal dari tiga orang siswa yang terpapar positif Covid-19. Setelah dilakukan tracking perjalanan tiga orang siswa tersebut, diperoleh beberapa siswa lainnya ikut terkonfirmasi positif Corona.

Itu disampaikan Wakil Walikota Padangpanjang, Drs. Asrul ketika menjadi narasumber talkshow Kerjasama Harian Singgalang dengan BNPB dan Satgas Covid-19 yang disiarkan secara live dari studio Radio Sushi 99.1 FM di lantai dua, gedung biru di jalan Veteran nomor 17 Padang, Senin (14/6).

“Setiap akan memulai proses belajar mengajar (PBM) tatap muka telah disepakati kalau seluruh siswa guru dan perangkat sekolah wajib melakukan skrining. Itu diberlakukan setiap sekolah, baik di asrama maupun sekolah biasa. Dari hasil skrining rapid antigen diketahui ada tiga siswa SMAN 1 Padangpanjang positif. Siswa yang hasil rapid tesnya negatif dibolehkan masuk asrama. Kemudian tiga orang tersebut melakukan swab dan hasilnya pun sama, positif terpapar virus Covid-19,” ucap Wakil Walikota Padangpanjang yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Padangpanjang, Drs. Nuryanuwar, Apt. MM, M. Kes saat talkshow bersama andiko Restu melalui aplikasi Zoom Meeting.

Ditambahkan Nuryanuwar, dari tiga orang siswa yang terpapar tersebut, Pemda melakukan tracking lagi. Diperoleh 19 orang lagi yang positif Corona.

“Sekolah kami lockdown. Tak ada proses belajar mengajar tatap muka lagi. Mereka yang terpapar Corona tetap di asrama untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. Bagi yang hasilnya negatif, dikembalikan ke kampung halamannya,” ucap Nuryanuwar.

Ternyata setelah diselidiki, tiga orang siswa yang awalnya terpapar Corona itu, siswa berasal dari Pariaman, Agam dan Pasaman. Selama di kampung halaman mereka abai terapkan protokol kesehatan. Alhasil, mereka membawa virus itu ke asramanya.

“Dari penelitian, klaster SMAN 1 Sumbar pun demikian. Kasus ini bermula, ada orang tua yang menjenguk anaknya ke asrama. Orangtua tersebut abai prokes. Untuk itu jangan abaikan prokes. Virus itu masih ada, bukan hoax, tapi nyata,” tegasnya.

Selama wabah pandemi ini, ia bersama jajarannya tak henti-henti mengawasi dan evaluasi penerapan prokes di sekolah.

“Bagaimanapun proses belajar mengajar tatap muka lebih baik ketimbang daring dan online. Maka PBM tetap dilakukan, dengan syarat jumlah siswanya separoh dari hari biasanya. Kami tetap mengawasi pelaksanaan prokes di sekolah,” tegas Wakil Walikota Padangpanjang.

Ditambahkannya, segala upaya sudah dilakukan pemerintah agar masyarakat tetap patuhi prokes 6 M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan melakukan vaksin. Namun, ia menyayangkan ada masyarakat yang kurang patuhi dan mengabaikan informasi yang disampaikan itu.

“Walaupun mereka abaikan prokes. Kami tetap berupaya semaksimal mungkin memberikan edukasi agar mereka benar-benar mengerti bahwa patuhi prokes, satu-satunya jalan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ucap Wakil Walikota Padangpanjang. Bahkan ia bersama jajarannya, sudah memberikan informasi dan imbauan patuhi prokes melalui rapat-rapat. Dan sudah membentuk satgas dimasing-masing kelurahan dan kecamatan. Bahkan sudah melakukan razia dan memberlakukan sanksi bagi mereka yang abai prokes. Itu semua dilakukan untuk menurunkan angka positif Covid-19 di Kota Serambi Mekkah ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.