Radio Sushi 99.1 FM

Kota Pariaman Berjuang Keluar dari Zona Orange

46

Padang,
Sejumlah daerah di Sumbar kembali bestatus zona orange (risiko sedang). Vaksin akan menjadi solusi agar semua daerah bisa lepas dari pandemi Covid-19.

Demikian antara lain kesimpulan talkshow dengan tema “Pariaman Tergelincir Lagi ke Zona Orange” di
Radio Sushi 99.1 FM, Kamis (4/3). Talkshow yang dipandu penyiar, Fani itu kerjasama Harian Singgalang dengan Satgas Covid-19-BNPB.

Hadir sebagai narasumber melalui Aplikasi Zoom itu Kepala Pelaksana BPBD Kota Pariaman, Azman Bagindo dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rio Arisandi.

Sebelumnya, lima daerah di Sumatera Barat (Sumbar) menjadi zona orange penyebaran Covid-19 atau memiliki risiko sedang. Jumlah itu bertambah dibandingkan pekan sebelumnya.

Kelima daerah itu yakni Kota Pariaman, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat. Pekan sebelumnya, Kota Pariaman tidak termasuk dalam zona itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pariaman, Azman Bagindo menegaskan pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Data terakhir sebanyak 582 terkonfirmasi positif, dari itu 554 orang sembuh, dan 16 orang meninggal dunia. Kemudian, 8 orang dalam perawatan. Kota Pariaman walau orange, tapi kasusnya tidak berat.

“Kami kalau ada kasus positif disampaikan, selalu men-tracking. Di tengah masyarakat, dan sekolah disemprot. Implikasi itu timbulnya kesadaran masyarakat. Secara umum sekarang masyarakat sudah cukup menyadari bahaya Covid-19 ini,” katanya.

Bahkan, di Pariaman untuk menangani jika ada kasus, BPBD menargetkan tidak sampai 10 menit sudah tertangani. “Jika ada kasus, kita targetkan 10 menit. Karena kita sudah standby di kantor dan posko. Hari ini kita sudah melakukan. Sedang melakukan pemantauan tracking, 3.664 orang,” katanya.

Selain itu, Kota Pariaman tetap melakukan pemantauan hingga saat ini. Kasus rata-rata berasal dari pelaku perjalanan. Untuk itu Satgas setiap hari patroli dan razia di setiap masyarakat, termasuk objek wisata.

“Kita ingin menggenjot ekonomi masyarakat, sementara pandemi tetap berlangsung. Kita perlu ke hati- hatian. Kita sudah lakukan semua semprot semua sekolah, jika ada satu kasus kita langsung tracking. Dalam penegakan Perda AKB, melakukan upaya, penyuluhan penyebarluasan informasi, pencegahan pengendalian, pelacakan dan pengawasan. PNS dan non PNS. Melakukan disinfektasi pada barang yang masuk,”ulasnya.

Sementara untuk penindakan, memberikan sanksi pada pelanggar prokes sesuai Perda AKB. Bagi pelanggar didenda Rp100 ribu. Biar disiplin, kalau tidak push up, atau pembersihan, karena masih ada masyarakat tidak percaya dengan Covid-19.

Selain itu BPBD juga tetap berupaya mendisiplinkan prokes di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat yang masih ada kerumunan, kafe yang ramai ditertibkan. “Awalnya banyak yang buka, kita lakukan razia bersama POL PP. Hasilnya cukup mematuhi,” ulasnya.

Sementara untuk masyarakat yang menggelar hajatan, tetap dibolehkan dengan syarat mematuhi protokol kesehatan. Kemudian dengan memberikan alat mencuci tangan, tetap lakukan edukasi pada masyarakat. Terus menerus diberikan penerangan pada masyarakat. Kemudian tetap mengedukasi masyarakat.

Karena pandemi Covid-19 masih berlangsung, BPBD Kota Pariaman selalu mengajak agar menjaga kesehatan masing-masing. “Jaga diri kita, lengkapi dengan nutrisi dengan vitamin, tetap terapkan 3 M. Protokol kesehatan akan meningkatkan imun kita,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rio Arisandi menyebutkan Kota Pariaman sudah mencapai 120 persen untuk vaksin tenaga kesehatan. Karena untuk vaksinasi nakes tidak ada kendala lagi.

“Semua nakes di Kota Pariaman sudah divaksinasi, karena Walikota turun langsung mensosialisasikan. Kendala yang ada hanya untuk nakes yang ada komorbid, jantung, diabetes, autoimun dan masa kehamilan. Secara umum, semuanya bersedia divaksin,”sebutnya.

Diungkapkannya, vaksin tahap II, untuk publik memang mendapatkan kendala. Untuk itu dari 600 lusin, saat ini akan diberikan pada anggota TNI dan Polri di Kota Pariaman. “Persiapan vaksinasi bagi TNI dan Polri, diarahkan pada segmen publik, seperti pasar, media dan petugas publik. Kita sudah mendapat arahan untuk melaksanakan TNI dan Polri. Nanti baru PNS dan, petugas Bank serta pelayanan publik lainnya,” katanya.

Sedangkan terkait hoaks vaksin, Kota Pariaman memberdayakan tenaga kesehatan yang sudah divaksin untuk sosialisasi. Kemudian Dinas Kesehatan memiliki media informasi tersendiri. Termasuk memberikan, pengalaman pada masyarakat. “Alhamdulilah sampai saat ini Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Kipi) belum ada yang dilaporkan. Ini bukti vaksin aman untuk diri kita,” tegasnya.

Untuk itu Rio menyebutkan agar bisa keluar dari pandemi ini, masyarakat perlu divaksin. “Kita bisa keluar dari masalah pandemi, agar bisa beraktivitas seperti biasa lagi,” harapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.