Radio Sushi 99.1 FM
redporn twinks recorded their private sex.
dailypornhd.pro
fsiblog

Penderita Komorbid Tidak Berbahaya Divaksinasi

217

Padang,
Ternyata vaksin tidak berbahaya bagi pasien yang memiliki penyakit bawaan (komorbid) begitu juga dengan usia lanjut. Hanya saja saat ini penelitian untuk pasien komorbit dan usia lanjut belum maksimal.
Demikian disampaikan Spesialis Paru, dr. Deddy Herman pada talkshow di Radio Sushi 99.1 FM yang diselenggarakan Harian Singgalang bekerjasama dengan Satgas Covid-19-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan tema “Seberapa Bahaya Penderita Komorbid Divaksin Covid-19 ?”
Dijelaskannya, dampak vaksin bagi tubuh adalah menciptakan anti bodi. Hanya saja saat ini, vaksin yang diciptakan belum diteliti bagi pasien yang punya penyakit bawaan (komorbid). “Sekarang vaksin itu memang teruntuk bagi usia 18-59 tahun, tidak komorbid dan pernah terinfeksi,” sebutnya.
Dikatakannya, vaksin bagi komorbid dan anak-anak bukan dilarang. Namun belum dianjurkan. Dari sejumlah vaksin yang akan digunakan, seperti Sinovac, Pfizer, dan Astrazeneca, semuanya belum menyelesaikan penelitian tahap ketiga untuk komorbid, usia lanjut dan anak-anak. “Tapi nanti, setelah selesai, penelitian, pengecekan aman untuk orang tua akan diberikan semuanya,” kata dr Deddy.
Saat ini katanya, yang penelitian selesai untuk berusia 18-59. Meski begitu pabriknya tidak menyatakan terlarang untuk anak-anak, dan komorbid. “Mereka hanya menganjurkan pada orang yang diteliti,” sebutnya.
Untuk itu, harus menunggu dulu penelitian vaksin bagi orang komorbid. Vaksinasi tersebut tidak diberikan dulu pada orang yang komorbid. Termasuk orang yang sudah menderita Covid-19, juga tidak, karena masih ada anti bodi hingga 8 bulan.
Dijelaskannya, hingga kini vaksin bagi orang normal, tidak komorbid tidak ada masalah. Jika ada dampak bawaan, itu hanya ringan. “Seperti pasien saya di Bukittinggi, muntah dan dirawat setelah divaksinasi. Setelah diperiksa, ternyata dia stress sekali sebelum divaksinasi,” ungkapnya.
Menurutnya, nantinya, setelah penelitian selesai semua orang akan diberikan vaksin. Bisa saja umrah dan haji, harus memiliki sertifikat sudah divaksinasi.
Diterangkan, dr Deddy vaksin adalah memasukan virus yang dimatikan. Vaksin Covid-19 lebih aman. Mirip vaksinasi pada anak-anak yang sering dilakukan di Indonesia. Karena vaksin terbuat dari virus yang dimatikan.
Proses vaksinasi, bisa dibuat dari virus yang dimatikan. Bisa dari bagian dari virus yang dimatikan, seperti proteinnya, lemaknya bisa dibuatkan vaksin. Sehingga pemberian vaksin tidak menyebabkan orang menderita penyakit seperti jika orang tersebut terpapar dengan antigen yang sama secara alamiah.
Vaksinasi adalah kegiatan pemberian vaksin kepada seseorang di mana vaksin tersebut berisi satu atau lebih antigen. Saat vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh akan melihatnya sebagai antigen atau musuh.
Dengan begitu, sebagai respon adanya ancaman dari musuh maka tubuh akan memproduksi antibodi untuk melawan antigen tersebut.
Menjawab keraguan masyarakat terhadap vaksin menurutnya karena hoaks, masyarakat mendapatkan informasi yang salah. Seperti vaksin ditanam chip, haram, itu yang membuat masyarakat was-was dan takut. “Kelemahan, kita adalah melawan hoaks, setiap orang bisa mengeluarkan pendapat tanpa dasar ilmu, itu menyebabkan kisruh. Saat saya berbicara, tidak mungkin satu negara menghancurkan rakyatnya,” katanya.
Selain itu katanya jika produsen vaksin melakukan macam-macam, maka mereka sendiri yang akan rugi. Karena pasti orang tidak akan membeli vaksinnya. Untuk apa mengeluarkan uang banyak untuk membuat vaksin jika tidak terjual.
“Selain itu, vaksin yang digunakan di Indonesia itu, sudah dinyatakan suci dan halal oleh lembaga MUI,” sebutnya.
Diungkapkannya, masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan pandemi di Indonesia ini,karena masyarakat adalah ujung tombak. Sementara tenaga kesehatan adalah garda belakang.
Saat ini negara sudah mengeluarkan banyak uang untuk mengatasi pandemi. Salah satunya dengan memberikan vaksin bagi masyarkat. Jika pandemi ini tidak teratasi maka kondisi negara akan semakin parah. Perekonomian memburuk. “Kalau kita tidak hati-hati, biaya yang kita keluarkan untuk menangani pandemi ini sudah melebihi biaya pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan,” ungkapnya.
Dengan itu uang negara akan habis hanya untuk menangani pandemi Covid-19. Untuk membayarnya pasti akan diambilkan dari sumber daya alam dan pajak. “Coba bayangkan kebutuhan nasional untuk APD sekitar Rp500 juta lebih/hari. Belum lagi biaya makan, biaya lainnya. Jika tidak diatasi, pasti akan berefek pada siapapun. Tidak hanya orang miskin, tapi juga orang kaya,”katanya.
Untuk itu Deddy berharap sebagai masyarakat Indonesia. Harus mengerti, harus mendukung vaksinasi ini berhasil. Kalau tidak, kapan pandemi ini berakhir, kapan anak-anak sekolah. Kapan kita hidup normal lagi. “Saya melihat, kenapa pelaksanaan vaksinasi ini terhambat, karena hoaks. Karena masyarakat termakan hoaks. Terlalu sering nonton filem,” ujarnya.
“Kita jangan membuat kekacauan, tapi kedamaian. Tokoh ulama, tokoh masyarakat dan dokter harus menenangkan. Mulailah dengan ilmu. Jangan nanti masyarakat tidak percaya pada pemerintah, kalau masyarakat tidak percaya pada pemerintah, kapan pandemi ini berhasil. Yang untuk produsen vaksin,” tambahnya.
Untuk itu marilah berjabat tangan, beriringan menyelesaikan pandemi ini. Kasihan korban sudah banyak karena perang yang lama menghadapi pandemi. Lihatlah dengan hati nurani, jangan emosi. Selama ini banyak sakwasangka, yang menyebabkan kurang baik pada perekonomian Indonesia.
“Saya sering melihat dan menangani pasien Covid-19. Banyak yang kehilangan keluarga. Kehilangan anak satu-satunya karena covid, ada anak kehilangan orang tua. Anak 6, orang tua meninggal keduanya karena Covid-19. Sudah banyak korban,” sebutnya.
Kemudian janganlah menyebar hoaks tentang Covid-19. Apalagi masih tidak percaya dengan Covid-19, karena akibat Covid-19 benar-benar fatal, yakni kematian. Selain itu, juga dapat meninggalkan efek bawaan. Dampaknya bisa merusak paru, jantung dan ginjal.
“Janganlah berharap terinfeksi Covid-19, karena eefeknya fatal. Kalau sembuh itu tidak normal lagi, dia akan meninggalkan efek bawaan. Ada pasien saya, yang harus menggunakan obat terus-menerus setelah terinfeksi Covid-19 dua kali,” katanya.
Dikatakannya, diketahui gejala Covid-19 pertama dirasakan, pasti demam. Walau tidak semuanya demam, paling banyak demam. Khas serangan virus itu adalah nyeri sendi. Dulu anomia, tidak bisa mencium bau. Berkurang penciumannya, pengecapannya kurang. Diare, mencret bisa terjadi pada pasien kondisi ringan. Tapi pada kondisi sedang biasanya ditambahkan dengan sesak nafas. Ditemukan, gambaran nemonia ringan. Kalau nafas lebih dari 32 kali.
Covid berat, itulah kondisinya yang tidak baik. Pasien gagal nafas, kadar oksigem dalam darah minim sekali. Kondisi paru, jantung dan ginjal bermasalah. “Beberapa yang masuk ventilator, bisa selamat, sebagian besar meninggal. Bisa merusak jantung, paru dan ginjal,” paparnya.
Untuk itu dr Deddy agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan 5 M tidak hanya 3 M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan menghindari mobilisasi (banyak di rumah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

https://vlxxviet.net milf porn black porn