Radio Sushi 99.1 FM
redporn twinks recorded their private sex.
dailypornhd.pro
fsiblog

PROF RISMAWATI YASWIR TALKSHOW DI RADIO SUSHI 99.1 FM CT Value PCR Bukan Penentu Keparahan dan Sembuh Covid-19

98

Padang – Dokter Spesialis Patologi RSUP M Djamil Padang, Prof. dr. Rismawati Yaswir, Sp.PK (K) menilai belum ada riset membuktikan kalau tinggi rendahnya angka Cycle Threshold (CT) Value berperan memprediksi tingkat keparahan dan risiko pasien Covid-19. Bahkan, CT Value bukan penentu kesembuhan pasien Covid.
itu disampaikan Rismawati Yaswir kepada andiko Fani dalam talkshow Kerjasama Harian Singgalang dengan BNPB dan Satgas Covid-19 yang disiarkan secara live dari studio Radio Sushi 99.1 FM, Jumat (6/8).
Seperti diketahui, katanya ketika seseorang melakukan tes PCR, biasanya terlampir istilah CT value dalam hasil pemeriksaannya. Sayangnya banyak belum mengetahui apa itu CT value dan cara membacanya.
Dijelaskannya, CT Value adalah suatu nilai yang muncul dalam pemeriksaan PCR. CT Value PCR berfungsi membantu menentukan status apakah seseorang positif atau negatif terkait infeksi virus Corona.
Lebih lanjut dikatakannya, pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction) dapat mendeteksi keberadaan materi genetik (DNA dan RNA) bakteri, virus, atau sel tertentu, termasuk virus Corona.
Pada tes PCR untuk Covid-19, mesin pemeriksa akan melakukan amplifikasi (pemeriksaan berulang) menentukan apakah sampel mengandung materi genetik virus Corona. Satu siklus amplifikasi ini dinamakan CT value atau cycle threshold value.
Lebih lanjut dikatakannya, CT value bisa disebut sebagai nilai batas ambang siklus. Biasanya pengulangan proses amplifikasi untuk mendeteksi keberadaan DNA atau RNA virus Corona pada pemeriksaan PCR adalah sebanyak 40 atau disebut CT value 40. Namun, masing-masing laboratorium bisa menggunakan batas ambang yang berbeda dan berkisar antara 35−45 kali atau dengan CT value 35–45. Jika DNA atau RNA virus Corona terdeteksi dalam 40 kali pengulangan amplifikasi, maka hasil tes PCR Covid-19 dinyatakan positif. Biasanya pemeriksa mencantumkan pada siklus berapa materi genetik virus Corona tersebut terdeksi. Sebagai contoh, jika virus Corona positif terdeteksi saat amplifikasi PCR di siklus ke-25, maka hasilnya adalah PCR positif dengan CT value 25.
“Umumnya, hasil tes PCR seseorang dinyatakan negatif jika CT valuenya melebihi 40, tergantung masing-masing laboratorium,” jelasnya.
Diakuinya, besaran nilai CT value pada pemeriksaan PCR untuk Covid-19 dianggap bisa memprediksi seberapa banyak jumlah virus Corona di dalam tubuh pasien. Namun, hingga saat ini belum ada riset yang bisa memastikan CT Value dapat menjadi patokan jumlah virus Corona dalam tubuh secara pasti.
Selain itu, CT value juga tidak bisa dijadikan patokan utama untuk menilai tingkat keparahan Covid-19. Guna menentukan kondisi dan tingkat keparahan Covid-19 pada pasien, tetap diperlukan pemeriksaan lain oleh dokter dan uji klinis seperti pemeriksaan fisik, tes darah, analisis gas darah, dan pemeriksaan radiologis, misalnya foto rontgen dada hingga keluhan dan riwayat penyakit.
“CT Value ini bermanfaat untuk dokter yang menatalaksana pasien. Walau demikian, hasil nilai CT value PCR untuk Covid-19 tetap bermanfaat untuk membantu dokter menentukan pengobatan dan langkah perawatan pasien Covid-19, baik itu memerlukan pengobatan di rumah sakit atau hanya isolasi mandiri,” ucapnya.
Diakhir sesi wawancara, ia mengimbau masyarakat untuk percaya adanya virus Covid-19. “Virus itu nyata. Ayo perangi virus itu dengan tetap patuhi protokol kesehatan (prokes),” ucapnya.
Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan melakukan vaksin. Khusus untuk masker ia mengingatkan agar masyarakat tidak melepas masker ketika berada di luar rumah. Apalagi ketika makan bersama teman-teman. “Kalau bisa makan di rumah saja dan bungkus makanan itu. Kita tidak tahu virus itu ada dimana,” ucapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

https://vlxxviet.net milf porn black porn