Radio Sushi 99.1 FM

Prokes di Sekolah Memerlukan Keterlibatan Orangtua

76

Padang, Singgalang
Orangtua murid diharapkan ikut berperan untuk memastikan siswa/siswi aman dari covid-19 saat pembelajaran tatap muka. Karena dengan jumlah sekolah yang banyak, sulit jika hanya bergantung pada pemerintah.

Hal itu terungkap dari talkshow di Radio Sushi 99.1 FM dengan tema ‘Mengawal Anak Pulang Sekolah”, Jumat (8/1) siang. Talskshow itu menghadirkan narasumber, Sekretaris Satpol PP Padang, Yefri dan Anggota DPRD Kota Padang, Zulhardi Z Latif.

Yefri mengatakan, dalam pengawasan pelaksanakan pembelajaran tatap muka Satpol PP sudah melakukan pengawasan secara intensif. Pengawasan secara sungguh-sungguh. Kegiatan itu berjalan sejak 4 Januari 2021.

“Kita ingin memastikan eksistensi sekolah, bagaimana protokol kesehatan (Prokes) di sekolah kita sudah berjalan dengan baik. Kita konsisten mengawasi pelaksanaan sekolah tatap muka. Apalagi, sudah hampir satu tahun belajar dengan daring,” sebutnya.

Dalam pengawasan ini, katanya Satpol PP lebih banyak memberikan pengarahan pada siswa dan guru di sekolah. Mengarahkan dan mensosialisasikan. Dalam melakukan itu, pihaknya melibatkan sebanyak satu kompi personel setiap hari. Jumlah itu terdiri dari 60 orang. Masing masing tim 10 orang atau 6 kelompok. “Tim inilah nantinya yang melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah apakah sudah memenuhi prokes, seperti tempat cuci tangan, anak jaga jarak, pakai masker,” katanya.

Disebutkannya, secara personil Kota Padang ada 11 kecamatan. Kemudian, dibagi masing-masing kecamatan. Contohnya, Padang Barat dibagi dua tim begitu juga Padang Selatan. “Kita tiap hari turun,” ungkapnya.

Menurutnya, secara jumlah dengan satu kompi personel turun setiap harus cukup untuk mengawasi pelaksanakan Prokes Covid-19 di Kota Padang dalam rangka pembelajaran tatap muka. “Kemarin (Kamis 7 Januari 2021) kami turun ke Kecamatan Pauh, di SMA 9 dan SMAKPA, SMP 11, SD 03 Pauh, semuanya sudah menerapkan prokes. Begitu turun berikan sedikit arahan dengan tidak mengganggu proses belajar mengajar,”ulasnya.

Sementara agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu saat pengawasan prokes covid-19. Satpol PP lebih pada memberikan arahan pada anak-anak dan guru dalam menerapkan prokes. “Saran kami pada anak-anak setelah pulang dari sekolah jangan bergerombolan. Satu saja nanti terpapar, selama 2 minggu sekolah itu akan ditutup kembali,” pesannya.

Dengan itu, secara umum katanya sudah ditemui pelaksanaan prokes dengan baik. Saat turun di Pauh, cuci tangan ada, tisu tidak ada, ada tisu tempat sampah tidak memadai. “Kami satpol PP akan menjadikan tugas rutin, ketentraman umum dan pengamanan masyarakat. Karena termasuk bencana tidak kelihatan, dampak nyata sekali. Kami tiap hari melakukan sosialisasi, pasar-pasar, tradisional dan pasar raya. Mobil patroli sudah kami siapkan,” ulasnya.

Sementara, Anggota DRPD Kota Padang Zulhardi Z Latif lebih menyoroti keberadaan orang tua murid yang mengantarkan anaknya ke sekolah. Mereka banyak yang tidak langsung pulang, namun malah berkerumun di sekolah sembari menunggu anaknya.

Kondisi itu jelas akan berpotensi juga menjadi penyebaran virus corona. Karena mereka juga berasal dari tempat yang berbeda. “Ini yang harus menjadi perhatian juga. Ketika kita memberlakukan prokes yang ketat pada anak-anak di kelas, sementara orang tuanya berkerumun. Bagaimana ini hendaknya menjadi perhatian juga,” sebutnya.

Diakuinya, pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan prokes kesehatan sudah berjalan dengan baik. Sudah ada tempat cuci tangan, rapat dengan walimurid. “Tinggal pada seluruh masyarakat dan orang tua. Karena anak dijemput dan antar ke sekolah. Kalau bisa orang tua yang berkerumun menunggu anak sekolah ini juga dilarang,” ujarnya.

Disebutkannya, selaku orang tua murid di SMPN 1 Padang dia mengantar dan menjemput anak sekolah. Belum pernah bertemu dengan Satpol PP melakukan pengawasan.

Diakuinya, melihat jumlah personel Satpol PP sudah maksimal dengan keanggotaannya. Karena hanya sistem acak, patroli. Sebenarnya sudah maksimal sesuai personel, secara keseluruhan belum. Karena ada yang belum terjangkau. Untuk itu menurutnya, diperlukan juga perhatian dari orang tua murid.

“Untuk kedatangan siswa ke sekolah tidak ada persoalan, persoalan itu kepulangan. Mereka pulang serentak. Harapan pada orang tua, jangan telat menjemput anak. Kalau lambat, anak-anak akan berkumpul juga,”harapnya.

Untuk itu Zuhardi berharap orang tua murid, bersama-sama mematuhi prokes. Pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. “Kita sudah letih dan lelah dengan covid-19, karena lawan tidak nampak,” tutupnya. (104)

Leave A Reply

Your email address will not be published.