Radio Sushi 99.1 FM

SOSIALISASI PLN “Edukasi K3 Pencegahan Bahaya Listrik Bagi Masyarakat”

18

Padang – Saat ini listrik sudah menjadi kebutuhan dan bagian tak terpisahkan. Mulai dari lampu buat penerangan, rice cooker untuk memasak nasi, setrika untuk mengosok pakaian, dispenser untuk menghangatkan air, dan banyak lagi manfaat dari listrik.
Banyak manfaat dari listrik, ternyata listrik itu ada bahayanya juga. Bahkan bahaya yang ditimbulkan dari listrik dapat menyebabkan cidera ringan, parah sampai kematian.
Penyataan itu disampaikan Manager ULTG Padang, Fatkhur Rokhman didampingi Manager ULTG Pariaman, Oky Febri Wahyudi dan Manager ULTG Kiliranjao, Anggel Bucheri kepada andiko Riyanni ketika talkshow sosialisasi PLN di Radio Sushi yang disiarkan langsung pada frekuensi 99.1 FM dari lantai dua Gedung Harian Singgalang, Jumat (8/10).
Fatkhur Rokhman mengharapkan masyarakat juga ikut peduli terhadap instalasi PLN dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang atau melanggar peraturan yang telah dibuat pemerintah dan PLN, terutama di dekat instalasi PLN demi keselamatan bersama dan tentunya untuk keandalan penyaluran listrik.
“Kami harap dapat segera melapor jika ada sesuatu yang berpotensi merusak/mengganggu instalasi atau peralatan listrik PLN,” ucapnya.
Lebih lanjut Fatkhur Rokhman menjelaskan secara operasional ada tiga bidang dalam PLN. Yakni, bidang pembangkit listrik, transmisi/penyaluran dan distribusi.
“Di Sumbar ini ada beberapa pembangkit, contohnya PLTA Maninjau, PLTU Teluk Sirih, PLTA Singkarak, PLTA Koto Panjang. Pada PLN pembangkit listrik harus ada generator untuk mengubah suatu energi menjadi energi listrik,” ucapnya.
Lebih lanjut dijelaskannya, PLN bidang transmisi/penyaluran dalam penyaluran energi listrik dari pembangkit itu memerlukan media dalam hal ini adalah kawat/konduktor yang panjang dengan ditopang tower atau yang biasa disebut Sutt/Sutet melewati beberapa kabupaten/provinsi sehingga sampai ke pusat beban. Contohnya dari PLTA Maninjau ke Gardu Induk Padang Luar, Gardu Induk Padang Panjang atau sampai Gardu Induk Simpang Empat, kabupaten Pasaman Barat.
Selanjutnya, Fatkhur Rokhman menjelaskan kalau PT PLN (Persero) UPT Padang adalah Unit Pelaksana Transmisi Padang yakni salah satu unit di Sumatera yang khusus di bidang Penyaluran se Provinsi Sumatera Barat dan kalau PT PLN (Persero). ULTG Padang adalah Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk yakni sub unit dibawah unit pelaksana yang bertugas mengelola (pemeliharaan dan pengoperasian) penyaluran listrik dari sisi pembangkit sampai ke pusat beban atau gardu induk se-wilayah Kota Padang, Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Pesisir Selatan. Begitu pula ULTG Pariaman dan Kiliranjao.
Sementara itu Oky Febri Wahyudi menjelaskan, transmisi proses menyalurkan energi listrik dari satu tempat ke tempat lainnya melalui kawat/konduktor yang ditopang dengan tower Sutt/Sutet. Sedangkan, gardu induk itu adalah suatu instalasi yang hanya terdiri dari peralatan listrik berfungsi untuk mengubah tenaga listrik dari tegangan tinggi ke tegangan lainnya, di Gardu terdapat operator dan security jaga untuk melakukan pengoperasian peralatan listrik tersebut.
Menurut Oky Febri Wahyudi, berdasarkan Peraturan Direksi PLN No.251 tentang Keselamatan Instalasi, terdapat beberapa kegiatan yang tidak boleh dilakukan yakni mendirikan atau meninggikan bangunan, bermain layang-layang, menebang/memangkas pohon, merusak, menabrak, membongkar dan melakukan aktivitas pembakaran di sekitar tower ataupun dibawah jalur tower Sutt/Sutet hingga menggali atau mengeruk tanahnya.
Akibatnya terjadi gangguan terhadap sistem kelistrikan. Tentunya banyak pihak yang dirugikan, mulai dari rumah tangga. Banyak kegiatan yang tertunda, lalu ke industri, pabrik-pabrik tidak bisa produksi, dan berujung pada perekonomian yang memburuk jika gangguan tersebut bersifat fatal.
“Pemeliharaan rutin (harian/bulanan/tahunan), patroli dari petugas ground patrol, pengukuran medan listrik dan medan magnet sekaligus untuk melihat perkembangan pembangunan di sekitar sutt, lalu PLN juga bekerjasama dengan pihak keamanan,” ucap Anggel Bucheri.
Lebih lanjut dia memberikan tips menghindari bahaya listrik. “Kita harus peduli pada instalasi listrik kita, dengan tidak mengotak-atik meteran sendiri jika ada kendala hubungi petugas. Cek instalasi listrik dirumah kita, minimal 5 tahun sekali maksimal 10 tahun, apa ada kabel yang terkelupas, atau lihat kapasitas kabel belum. Cek steker (colokan) dirumah jika steker sudah berwarna kehitaman, segera ganti dan jangan menumpuk steker secara berlebihan. Gunakan peralatan listrik yang berkualitas, yang berlabel SNI, jangan terkecoh dengan harga yang murah padahal kualitas rendah. Jauhkan benda elektronik dari benda yang mudah terbakar, seperti gas, kertas gorden. Hindari kontak peralatan listrik dalam waktu yang lama, dan juga hindari tusuk kontak yang longgar,” jelas Anggel Bucheri seraya mengatakan untuk info seputar PLN jugag bisa dilihat di Instagram, akun resmi PLN yaitu @PLN_id, Twitter akun resminya pln_id dan @pln_123 dan Facebook PLN. “Dan untuk akun unit kami yaitu IG upt_padang, Youtube PLN UPT Padang,” jelasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.