Radio Sushi 99.1 FM

Terhalang Status PPKM Level 4 PBM di Padang Masih Daring

39

Padang – Terhalang status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, hingga hari ini, Proses Belajar Mengajar (PBM) di Kota Padang masih dilaksanakan secara daring.
Itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi, S.Pd, M.Si ketika menjadi narasumber dalam talkshow Pemerintah Kota Padang bersama Radio Sushi 99.1 FM yang disiarkan langsung dari studio lantai dua kantor Harian Singgalang, Jumat (17/9).
“Hingga saat ini kita masih melaksanakan PBM secara daring/online. Semoga PPKM Level 4 yang berlangsung hingga 20 September bisa turun menjadi level tiga dalam minggu ini. Jika level sudah turun, sesuai SK empat mentri PBM bisa dilaksanakan secara tatap muka,” ucap Habibul Fuadi kepada andiko Fani.
Ditegaskannya, kalau secara teknis PBM di Kota Padang sudah siap dilaksanakan. Hanya saja, katanya, pelaksanaan tatap muka terhalang status PPKM level empat yang membatasi aktivitas masyarakat.
Lebih lanjut Habibul Fuadi kembali menceritakan, terhitung Maret hingga Desember 2020, tidak ada aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) sama sekali. Pada tahun ini, dari Januari hingga Juli pembelajaran terbatas. Dan mulai tahun ajaran baru, Juli hingga sekarang belum ada aktivitas PBM sama sekali. Itu karena, Kota Padang di tetapkan sebagai wilayah yang menerapkan PPKM oleh pusat.
“PPKM Level empat akan dapat diturunkan, apabila ada kerjasama semua pihak menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker dengan baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer, menjaga jarak minimal semeter, menjauhi kerumunan, membatas mobilitas dan ikut divaksin,” jelas Habibul Fuadi seraya menyatakan kalau Dinas Pendidikan Kota Padang ikut bersama membantu dalam meningkatkan jumlah warga yang ikut vaksinasi. Itu semua demi terciptakan herd imunity (kekebalan berkelompok).
“Adalah dengan cara mendorong anak-anak SMP negeri maupun swasta untuk ikut vaksin. Itu sudah kami laksanakan minggu kemarin. Alhamdullilah respon orangtua sangat baik. Walaupun ada sebagian diantara mereka belum mengizinkan anak-anaknya untuk ikut vaksin,” ucapnya.
Tapi, ia terus mengedukasi orangtua betapa pentingnyanya vaksinasi di era pandemi ini. Demi melindungi diri sendiri, keluarga dan orang-orang disekitarnya.
Dan apabila PBM tatap muka dilaksanakan, Habibul Fuadi berharap kerja sama orangtua siswa dan pihak sekolah. “Kalau ada siswa ataupun anggota keluarga lainnya yang mengalami sakit, sebaiknya orangtua sampaikan ke pihak sekolah. Supaya, anak diliburkan sekolah dulu. Itu semua demi mencegah cluster sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.