Radio Sushi 99.1 FM

Upaya Padang Pariaman Keluar Dari Zona merah

98

Padang – Penularan Covid-19, sejak beberapa hari terakhir sudah sangat mengkhawatirkan. Kabupaten Padang Pariaman dinyatakan ‘zona merah’. Berbagai upaya dilakukan Kabupaten Padang Pariaman untuk keluar dari zona merah. Salah satunya memberikan edukasi kembali tentang Covid-19, pengecekan hingga upaya vaksinasi.
Itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, Drs. H. Yutiardy Rivai, Apt ketika menjadi narasumber talkshow Kerjasama Harian Singgalang dengan BNPB dan Satgas Covid-19 yang disiarkan secara live dari studio Radio Sushi 99.1 FM di lantai dua, gedung biru di jalan Veteran nomor 17 Padang, Jumat (18/6).
“Berbagai upaya kami lakukan untuk keluar dari zona merah. Memberikan advokasi tentang Covid-19 kepada masyarakat, melalui khotbah Jumat, radio promosi puskesmas hingga mobil prokes kami. Kemudian mengaktifkan kembali Nagari Tageh. Itu kami rasa perlu, sebab ada 68 orang masyarakat yang sedang isolasi mandiri. Mereka tersebar di beberapa kecamatan,” jelas Yutiardy Rivai kepada andiko Aldo.
Lebih lanjut dikatakannya, kalau masyarakat yang melakukan isolasi mandiri itu ada yang madar. Padahal, mereka OTG, tetap saja keluar rumah. “Untuk penangganan pasien terpapar Covid-19 itu kami bekerjasama dengan TNI dan Polri. Kemudian melakukan pemeriksaan swab secara berkala,” jelas Yutiardy Rivai yang merasa itu adalah tantangan bagi mereka sebagai Satgas Covid-19. Apalagi masyarakat banyak yang tidak percaya akan adanya virus Corona itu. Ia sungguh menyayangkan sikap masyarakat tersebut. Hal itu yang menyebabkan Kabupaten Padang Pariaman masuk dalam zona merah.
Ia menceritakan, masuknya Padang pariaman dalam zona merah, karena saat petugas melakukan 3 T (Testing, Tracing, Treatment) banyak yang tidak jujur.
“Seperti diketahui, ada satu orang warga di desa Sintuak Toboh Gadang yang terkonfirmasi Covid-19. Kami lakukan 3 T, sayangnya ada yang tidak jujur, lari, tidak bersedia hingga marah-marah. Bahkan ada yang tidak percaya akan adanya virus Corona. Namun, itu semua kami anggap sebagai tantangan, agar kami gencar mensosialisasikan Covid-19 itu masih ada, dan bukan hoax,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk patuhi anjuran pemerintah, menerapkan protokol kesehatan (prokes) 6 M.
“Ayo bersama jangan kendor terapkan protokol kesehatan 6 M. Prokes wajib. Sebab, satu-satunya cara memutus penyebaran mata rantai penyebaran Covid-19. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan melakukan vaksin,” jelasnya.
Khusus untuk vaksinasi, dengan dukungan dan kerjasama dengan TNI dan Polri melakukan gebyar Vaksinasi. Itu berlangsung dari 16 hingga 30 Juni di puskesmas-puskesmas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.