Radio Sushi 99.1 FM

Waspadai Cuaca Ekstrim

124

Padang,
Plt. Walikota Padang, Hendri Septa menghimbau masyarakat mewaspadai cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari ini.
Itu disampaikan Plt. Walikota Padang, Hendri Septa dalam talkshow ‘Waspadai Cuaca Ekstrim’ yang dipandu andiko Fani, di Radio Sushi 99.1 FM, Kamis (4/3).
Seperti diketahui, beberapa hari belakangan ini, Kota Padang, diguyur hujan disertai angin kencang. Sejumlah wilayah seperti di kawasan Pondok dan jalan AR. Hakim digenangi air. Walaupun, genangannya hanya semata kaki. Namun, yang perlu diwaspadai, jika intensitas hujan lebat dan lama pula.
Menanggulangi terjadinya bencana banjir tersebut, Hendri Septa sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti BPBD dan BMKG. Kemudian ia menurunkan tim reaksi cepat penanggulangan bencana. Itu siaganya 24 jam.
“Untuk menanggulanginya, kami melakukan koordinasi dengan semua pihak. Demi memberikan rasa nyaman kepada masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dengan cuaca ekstrim ini. Apalagi, ditengah wabah pandemi Covid-19 saat ini.
“Jaga kesehatan dan kondisi rumah. Jangan buang sampah sembarangan. Buanglah sampah pada tempatnya, agar terhindari dari marabahaya,” ucapnya.
Kemudian, ia menghimbau masyarakat untuk tidak buang sampah ke sungai. Di Padang ada lima sungai besar dan 16 sungai kecil.
“Sampah-sampah yang berserakan itu akan sampai keselokan. Dari sana, sampai ke sungai kecil dan sungai besar. Nah, sampailah sampah tersebut ke laut. Apabila laut pasang, dibalikannya lagi sampah tersebut ke kita. Itu membuat rumit kita lagi,” jelasnya.
Apabila cuaca ekstrim yang patut diwaspadainya adalah pohon tumbang dan tanah longsor serta banjir.
Banjir tersebut terjadi, apabila intensitas hujan turun cukup tinggi dan lama. Dan Padang adalah Kota Metropolitan. Penyebab banjirnya adalah berkurangnya daerah resapan air. Untuk menangkalnya, Hendri Septa meminta kepada investor ataupun deplover memperhatikan kondisi drainasenya sebelum membangun perumahan.
“Kondisi ini banyak terjadi. Mereka tidak memperhatikan kondisi drainase dengan baik. Akibatnya, air mengenangi perumahan warga, karena daerah resapan air berkurang,” jelasnya.
Ia berharap perlu ada sinergisitas antara para investor dengan pemerintahan Kota Padang.
Tak hanya itu, yang jadi perhatian Hendri Septa adalah air pasang laut, apabila cuaca ekstrim. Ia mencoba koordinasi dengan instansi terkait. Ditambahkannya, khusus waduk, ada tiga yakni di Unand dan Koto Pulai serta Koto Tuo.
Ia berharap masyarakat menjaga lingkungan sekitarnya. Termasuk menanam pohon yang akarnya kuat menahan dan meresap air.

Leave A Reply

Your email address will not be published.