Radio Sushi 99.1 FM

WR 1 UNAND TALKSHOW RADIO SUSHI 99.1 FM Persiapan Unand Jelang Kuliah Tatap Muka

20

Padang – Semenjak beberapa bulan terakhir, semakin kencang permintaan masyarakat dan mahasiswa agar lembaga-lembaga pendidikan segera melakukan PBM (Pembelajaran Tatap Muka). Sebab belajar atau pertemuan via zoom tidak memuaskan. Dan beberapa perguruan tinggi juga mengumumkan segera dilaksanakan pembelajaran tatap muka.
Universitas Andalas, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri mulai mempersiapkan segala keperluan kuliah tatap muka.
Rencananya kuliah tatap muka akan dimulai pada 1 November mendatang.
Itu disampaikan, Wakil Rektor 1 Universitas Andalas, Prof. Dr. Mansyurdin, MS ketika menjadi narasumber dalam talkshow Harian Singgalang dengan BNPB dan Satgas Covid-19 yang disiarkan secara live di Radio Sushi 99.1 FM, Selasa (12/10).
“Persiapan menjelang kuliah tatap muka adalah membentuk satuan tugas (satgas) Covid-19, tempat isolasi hingga peningkatan vaksin untuk civitas akademika, mahasiswa dan masyarakat,” ucap Mansyurdin kepada andiko Fani.
Untuk vaksin, Unand akan kembali melaksanakan vaksinasi massal pada 27 – 31 Oktober mendatang.
“Untuk pelaksanakan vaksinasi massal kami laksanakan di Kampus Unand Limau Manis dan Student Center Fakultas Kedokteran Jati dan Aula Fakultas Ekonomi lama di Jati. Di daerah ada dua titik yakni Kota Payakumbuh dan Dhamasraya,” tegas Mansyurdin.
Di samping itu, Unand pun menyiapkan sarana dan prasana, mulai menyediakan tempat pencuci tangan hingga ruangan untuk para mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tatap muka. Seperti mengatur tata letak kursi yang berjarak. Bahkan jumlah mahasiswa yang melaksanakan kuliah tatap muka pun di batasi.
“Kami utamakan mahasiswa baru yang belum pernah belajar di kampus yakni angkatan 2020 dan mahasiswa semester akhir menyelesaikan skripsi,” ucapnya.
Namun terkait, jumlah mahasiswa yang mengikuti tatap muka diusahakan dan dibatasi, 50 persen dari kapasitas ruangan.
Bahkan universitas pun memberikan hak otonomi ke masing-masing fakultas. Sebab, karakteristik fakultas berbeda-beda. Yang jelas dalam perkuliahan itu, baik mahasiswa maupun dosen mematuhi prokes yakni menjaga jarak dan jangan lepas masker selama perkuliahan berlangsung. Dan mencuci tangan dengan hand sanitizer ataupun sabun yang telah disediakan kampus.
“Mereka yang kuliah tatap muka terbatas adalah mahasiswa yang sudah vaksin. Artinya, mahasiswa yang sudah mendapatkan izin vaksinasi dari orangtua. Kami sudah menjalankan hak angket Google Form izin orangtua,” ucap Mansyurdin seraya mengajak civitas akademika, dosen dan mahasiswa serta masyarakat untuk ikuti vaksinasi.
Ia mengimbau kepada seluruh civitas akademi, dosen maupun mahasiswa untuk vaksinasi. Sebab, itu akan meningkatkan herd imunity. Dan mengharapkan mahasiswa maupun dosen menerapkan disiplin prokes. “Sebab dengan disiplin prokes, tatap muka akan berjalan lancar,” tegasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.